Tampilkan postingan dengan label Health Care. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health Care. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 April 2011

Cegah Gagal Ginjal, Pencegahan dan Penanggulangannya


Diambil dari Sinar Harapan.
Penyakit ginjal banyak yang dapat bersifat kronis, karenanya lebih baik menemukan secara dini dan mengatasinya sehingga tidak menjadi berkepanjangan yang menimbulkan kerugian yang besar.
Anatomi.

Ginjal berukuran panjang 11-12 cm, lebar 5-7 cm, tebal 2,3-3 cm, kira-kira sebesar kepalan tangan. Ginjal terbentuk oleh unit yang disebut nephron yang berjumlah 1-1,2 juta buah pada tiap ginjal. Unit nephron dimulai dari pembuluh darah halus / kapiler, bersifat sebagai saringan disebut Glomerulus, darah melewati glomerulus/ kapiler tersebut dan disaring sehingga terbentuk filtrat (urin yang masih encer) yang berjumlah kira-kira 170 liter per hari, kemudian dialirkan melalui pipa/saluran yang disebut Tubulus. Urin ini dialirkan keluar ke saluran Ureter, kandung kencing, kemudian ke luar melalui Uretra.
Fungsi ginjal.

Ginjal adalah organ yang mempunyai pembuluh darah yang sangat banyak (sangat vaskuler) tugasnya memang pada dasarnya adalah “menyaring/membersihkan” darah. Aliran darah ke ginjal adalah 1,2 liter/menit atau 1.700 liter/hari, darah tersebut disaring menjadi cairan filtrat sebanyak 120 ml/menit (170 liter/hari) ke Tubulus. Cairan filtrat ini diproses dalam Tubulus sehingga akhirnya keluar dari ke-2 ginjal menjadi urin sebanyak 1-2 liter/hari. Sebagai resume, fungsi ginjal adalah sbb:

1. Bertugas sebagai sistem filter/saringan, membuang “sampah”.

2. Menjaga keseimbangan cairan tubuh.

3. Produksi hormon yang mengontrol tekanan darah.

4. Produksi Hormon Erythropoietin yang membantu pembuatan sel darah merah.

5.Mengaktifkan vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang.
Penyebab Penyakit Ginjal :

1. Penyakit Umum/Sistemik: Kencing Manis = Diabetes Mellitus, Hipertensi, Cholesterol tinggi – Dyslipidemia, SLE: Penyakit Lupus, Penyakit Kekebalan Tubuh lain, Asam urat tinggi – Hyperuricemia – Gout, Infeksi di badan: Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan, Amiloidosis, Kehilangan carian banyak yang mendadak: muntaber, perdarahan, luka bakar. Hal-hal tersebut di atas dapat berakibat gangguan/penyakit pada ginjal.

2. Penyakit lokal pada ginjal: Penyakit pada Saringan (Glomerulus) – Glomerulonephritis, Infeksi: kuman – Pyelonephrits, Ureteritis, Batu: Bakat/ turunan, kelainan proses di ginjal – Nephrolithiasis, Kista: di ginjal – Polcystic Kidney, Trauma: benturan, terpukul, Keganasan – Kanker – Malignancy, Sumbatan: batu, tumor, penyempitan/striktur.
Kumpulan Gejala.

Terdapat bermacam-macam penyakit ginjal, sehingga pasien datang ke dokter juga dengan macam-macam gejala. Berikut ini kemungkinan datangnya seorang pasien dengan kumpulan gejala /sindrom penyakit ginjal sebagai berikut:

1. Gagal Ginjal Akut: gangguan ginjal mendadak, fungsi ginjal “anjlok”, tidak keluar urin.

2.Nefritis akut: penyakit mendadak pada saringan ginjal (glomerulus), muka, tungkai bengkak, ditemukan protein & darah di urin.

3.Gagal Ginjal Kronik: gangguan kronis/ menahun pada ginjal sehingga fungsi ginjal turun. Keluhan & gejala a.l.: lemas, nafsu makan, mual, pucat, kencing sedikit, sesak napas.

4. Sindrom Nefrotik: gangguan pada saringan ginjal, terjadi kebocoran hebat protein dari darah melalui glomerulus/ saringan ke urin, terdapat bengkak muka – kaki – perut, cholesterol naik.

5. Infeksi Saluran Kemih: infeksi di ginjal – saluran kemih lainnya, bisa akut bisa kronis. Sakit pinggang, demam, kencing sakit, bisa hanya pegal pinggang.

6. Gangguan pada Tubulus ginjal.

7. Hipertensi: umumnya tanpa gejala.

8. Batu ginjal/Saluran Kemih: nyeri hebat kolik, darah di urin.

9. Obstruksi Saluran Kemih: saluran kemih terbendung oleh tumor, striktur / penyempitan.

10.Gangguan ginjal: tetapi bisa tanpa gejala (asymptomatik).
Jadi bila mencurigai ada gangguan/penyakit ginjal, disarankan lakukan pemeriksaan yang paling sederhana yaitu memeriksakan Urin Lengkap di laboratorium sebagai data/fakta awal untuk proses selanjutnya menemukan adanya penyakit ginjal.
Gejala penyakit ginjal dapat digolongkan pada dua golongan: Akut dan Kronis.

  • I. Akut: Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih / Lekosit, Bakteri. II. Kronis: Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.

Penanganan pasien.

Penanganan pasien dengan penyakit ginjal biasanya dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Periksa-Diagnosa: Pengenalan dini Gagal Ginjal (GG).

2. Kontrol: Monitoring progresivitas GG.

3. Penyebab: Deteksi dan lakukan koreksi terhadap penyebab GG yang reversible, yang masih bisa disembuhkan.

4. Perlambat: Melakukan intervensi pengobatan/tindakan untuk memperlambat progresivitas GG. 5. Ginjal Sensitif: Hindari kerusakan tambahan pada ginjal: obat/jamu yang toksik terhadap ginjal, obati infeksi yang ada, atasi kekurangan cairan misalnya pada muntaber.

6. Obati Komplikasi: Berikan terapi terhadap komplikasi GG.

7. Terapi Pengganti: Rencanakan Terapi Pengganti Ginjal.
Pencegahan penyakit ginjal. Prinsip-prinsip pencegahan penyakit ginjal adalah sebagai berikut:
I. Pada orang dengan Ginjal Normal :

A. Pada Individu berisiko: yaitu ada keluarga yang

1. Berpenyakit ginjal turunan seperti: Batu Ginjal, Ginjal Polikistik, atau

2. Berpenyakit umum: Diabetes Mellitus, Hipertensi, Dislipidemia (Cholesterol tinggi), Obesitas, Gout. Pada kelompok ini ikuti pedoman yang khusus untuk menghindari penyakit tersebut di atas, sekali-sekali kontrol/periksa ke dokter/labratorium.

B. Individu yang tanpa risiko: Hidup sehat, Pahami tanda-tanda sakit ginjal: BAK terganggu / tidak normal, Nyeri pinggang, Bengkak mata / kaki, Infeksi di luar ginjal: leher/tenggorokan, Berobat/kontrol untuk menghindari: fase kronik /berkepanjangan.
II. Pada orang dengan Ginjal terganggu ringan /sedang: Hati-hati: obat rematik, antibiotika tertentu, Infeksi: obati segera, Hindari kekurangan cairan (muntaber), Kontrol secara periodik
III. Ginjal terganggu berat / terminal: Terapi Pengganti Ginjal (Renal Replacement Treatment)

Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro
Konsultan Ginjal-Hipertensi
RS Mediros

Tips Menjaga Kesehatan Jantung


Di saat berbagai jenis penyakit jantung "membunuh" banyak orang di negara maju dan berkembang, ternyata ada banyak cara yang dapat kita terapkan untuk menjaga atau mencegah penyakit jantung itu menjangkiti kita.
Para ilmuan, akhir-akhir ini telah menemukan berbagai faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya penyakit jantung. Satu hal penting yang harus kita pelajari adalah bahwa masing-masing dari kita (perilaku kita) memiliki keterkaitan yang signifikan atas sebagian besar dari faktor-faktor risiko tersebut. Oleh karena itu, dengan mengendalikan perilaku kita yang menjurus pada kerusakan jantung, kita dapat mencegah bahkan mengurangi angka kejadian penyakit jantung yang mematikan ini. Bahkan seseorang yang mempunyai kecnderungan secara genetik pun dapat memanfaatkan perubahan perilaku (pola hidup sehat) untuk mencegah terjadinya penyakit jantung yang tidak diharapkan olehnya.
  1. Me-manage pola makan (diet) dan berat badan. Satu bentuk pola makan yang buruk seperti makan di malam hari, makan terlalu banyak, makan tanpa sayuran, dll, dapat mengakibatkan terjadinya obesitas (kegemukan). Obesitas dapat merusak sistem vaskuler (pembuluh darah), sehingga secara tidak langsung menyebabkan kerusakan pada jantung kita.
  2. Membiasakan olah raga ringan yang berfrekuensi teratur. Kehidupan yang monoton tanpa gerak menyebabkan metabolisme tidak dilatih untuk berproses. Jarangnya seseorang bergerak menyebabkan penumpukan kolesterol dan kadar gula darah akibat gangguan (tidak lancarnya) metabolisme yang berlangsung. Latihan yang ringan (berat tidak disarankan) dapat membantu kelancaran proses metabolisme, apalagi bila latihan tersebut frekuensinya teratur dan konstan, tidak mendadak dan kebetulan. Kita dengan mudah dapat berjalan santai di pagi hari, atau jogging ringan bersama rekan kita, itu sudah cukup.
  3. Tidak merokok. Dari semua hal yang membahayakan jantung, merokok adalah yang paling membahayakan. Nikotin, salah satu zat yang adiksi yang membahayakan jantung, terkandung di dalam rokok. Merokok tidak hanya menyebabkan penyakit jantung koroner, tetapi juga penyakit-penyakit lain seperti kanker paru, serta penuaan dini.
  4. Me-manage tingkat kolesterol. Lemak darah seperti kolesterol dan trigliserid ialah determinan yang penting terkait penyakit jantung. Terlalu banyaknya kolesterol dan trigliserifd yang terkandung dalam tubuh, dapat menyebabkan sempitnya pembuluh darah, yang berakibat pada kerusakan sistemik, termasuk jantung. Cara mengatur tingkat kolesterol kita ialah dengan mengatur pola makan yang baik, misalnya: makan-makanan berlemak dalam jumlah yang memadai saja, jangan terlalu banyak: tiga kali sehari sudah terlalu banyak.
  5. Me-manage tekanan darah. Khususnya buat seseorang yang telah mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi), mengontrol tekanan darah ialah cara yang efektif untuk mencegah terjadinya stroke dan serangan jantung. Mengurangi makan-makanan berlemak adalah salah satu cara yang efektif.
  6. Me-manage stres. Para ilmuan juga telah mengutarakan bahwa stres menyebabkan irama jantung tidak normal. Apabila stres berlangsung secara kronis (berkepanjangan), maka akan menyebabkan makin besarnya risiko terkena penyakit jantung, bahkan dapat juga menyebabkan makin parahnya penyakit jantung yang telah dialami.
  7. Me-manage kadar gula darah. Resistensi insulin akibat obesitas (karena terlalu banyak makan), dapat terwujud sebagai sindroma atau kumpulan gejala diabetik. Hal ini menyebabkan tingginya kadar gula darah dan meningkatnya masalah-masalah metabolik yang meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit jantung.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates